Rabu, 04 Desember 2019
Hujan Bahagia
Jumat, 22 Februari 2019
Jalan Jendral Sudirman
Ketika senja sayup mulai menghilang, aku melewati jalan yang diberi nama panglima perang kemerdekaan Indonesia. Aku pelan menarik gas kendaraan yang memiliki plat nomor 'luar daerah' sebutan akrabnya. Entah kenapa luar daerah, tapi yang pasti Indonesia terdiri dari berbagai daerah dengan otonomi masing-masing.
Di atas kendaraan aku tak hanya melihat hitamnya aspal. Aku membuka lebar mata dan rasa menatap gedung-gedung pencakar langit berbaris tak beraturan yang begitu indah.
Ingin rasanya berhenti ditengah jalan dan berdiri diatas barisan gedung itu, tapi tentu tidak, karena disitu jutaan orang yang sama sepertiku tengah melintas. Hal yang sangat mungkin aku lakukan untuk menikmati keindahan itu hanya dengan mengurangi dan mengurangi kecepatan kendaraan.
Barisan gedung itu terlihat jelas tanpa dihalangi pepohonan. Barisan gedung itu tak terlihat sedikit pun rapuh. Barisan gedung itu tak pernah terlihat gelap. Dari barisan gedung itu juga banyak lalu lalang orang dengan kulit putih seperti tak pernah kena matahari.
Senja hilang, aku juga telah melewati gedung-gedung tadi. Jalan besar yang kulewati mulai sesak. Disaat motorku terdiam, aku lantas melihat kedepan dengan pandangan jauh. Aku melihat dari belakang, jutaan kendaraan tengah desak-desakan. Lampu rem merah yang menyala dari jutaan kendaraan itu kulihat seperti api yang tengah membakar hutan.
Asap, aku tak melihat asap. Asap telah dilalap gelap. Aku hanya bisa merasa jeritan alam yang tersiksa.
Selasa, 08 Januari 2019
Aku Minta Maaf
Tuhan selamatkan aku
Aku benar-benar pada kondisi tidak baik
Bukan hanya tidak menjalankan perintah, bahkan aku melawan apa yang dilarang
Aku sadar saat ini aku menjadi seburuk-buruknya manusia
Aku menyadari aku dalam kenistaan
Aku sering meminta maaf, tapi kembali lagi
Hingga kali ini aku merasa benar-benar malu
Ingin aku rasanya setelah bertobat aku mati
Rasanya itu lebih baik
Daripada aku tetap hidup tapi kembali kejalan yang tak diridhoi.
Aku tak ingin mati ketika aku dijalan kehancuran
Kamis, 08 November 2018
Blue
it's really blue, when the victims' family of the Lion Air TJ 610 accident loose their family passed away peacefully with flowers and tears in Karawang sea, West Java, on Tuesday (6/11/2018)
Selasa, 23 Oktober 2018
Battle Los Angeles
We still like playing like we were child. We ever played marble, swimming and so on.
Now, we are grown old but it's still like we just change our toys or games.
Some of us are playing gun, and some others are playing about trading and chess.
Se work like we played before, don't be stressful, but we have to take it fun.
Jumat, 19 Oktober 2018
Be Careful
Still be careful because only two selection, secure and threat, if not to go to heaven, you must be in hell. So does the happiness, if you lose it. you will suffer.
That is the choice of life
Selasa, 16 Oktober 2018
Pojok Tak Menarik
Hancurkan abu roko itu,
Bunuh semut hitam yang enggan berjalan itu,
Usap debu yang kotor jendela,
Tiup lilin yang masih tetap menyala dibawah lighting,
Hanguskan, itu mengganggu.
Bersihkan, biar tak ada lagi kepala yang berikat sehelai kain bertuliskan "Tolak Impor Gula".
Jumat, 12 Oktober 2018
Irama Nyanyian Alam
Selalu indah memaknai setiap untaian nyanyaian alam yang begitu memesona. Saat fajar tiba dibarengi dengan pekikan ayam jantan menjadi tanda dimemulainya keriuhan. Mengiringi sunrise yang masih terlihat ngantuk muncul, burung kutilang liar bernyanyi saling sahut menyahut diantara embun yang menempel ke daun dan batang semak belukar.
Kacan panjang, cabai, tomat daun singkong yang masih begitu segar antri dipetik di kebun belakang rumah. Suara guyuran air terpecah menyentuh semen kamar mandi mengiringi bumbungan asap dapur rumah tangga untuk menyiapkan sarapan.
Bercak sepatu memenuhi jalan tanah yang masih becek karena siraman hujan sedang tadi malam, menjadi tanda kepergian anak-anak dengan seragam sekolah menuntut ilmu.
Aroma kopi panas dan teh hangat di gelas kaca yang begitu nikmat mengawali aktivitas orang tua sebelum keberangakatan ke tempat kerja.
Tetesan keringat suci membasahi tubuh menjadi saksi kunci keberlangsungan hidup setiap orang yang masih menginjak tanah dan ingin berkembang biak.
Matahari tepat diatas kepala yang membuat benda tak berbayang mengajak tubuh berkeringan untuk sejenak istirahat meregangkan otot yang begitu letih. Nasi, sayur dan lauk yang dibuat dengan kasih sayang tangan lembut menjadi energi baru hingga sore menjemput.
Hembusan angin sore menghantarkan kapas terbang kearah peristirahatan terakhir yang tak ada duanya. Harum bunga mawar memberikan ketenangan dalam persitirahatan sejenak pada kucing malas yang tak pernah kembali berburu tikus.
Sunset indah terlihat lelah mengahantarkan ayam kembali ke kandang menguris kelelawar yang tidur seharian. Keramaian lalat disiang terik tergantikan oleh nyamuk yang siap menghisap setiap darah pemilik yang tak sadar.
Galapnya malam mangajak para burung hantu begandang menjaga setiap pergerakan mangsa yang tak puas atas apa yang didapatnya.
Dinginnya angin malam menuntun ikan di dasar samudra tak tidur semalaman menghitung setiap bintang yang menghiasi langit yang terlihat seperti kunang-kunang.
Tetesan mata air itu terus menerus terulang tak pernah berhenti sampai kini 26 tahun. Hingga pada saat waktunya mengering dan habis digantikan oleh sumber mata air yang baru nan jernih.
Selasa, 09 Oktober 2018
Langgar Hukum, Bremmmm Jalan Lenggang
Hari ini aku berangkat kerja seperti biasanya. Keberangkatanku hari ini ada kejadian menarik. Saat melintasi perempatan di jalan Radio Dalam Jakarta Selatan aku berhenti sejenak, karena lampu jalan berwarna merah. Jarakku dengan rambu lampu jalan agak jauh. Tak lama kemudian lampu dari arahku Mall Pondok Indah arah Blok M berganti, sebentar menguning dan berganti menjadi hijau.
Kendaraan yang di dekat lampu jalan tertib berjalan mengikuti perintah hukum jalan yang terejawentahkan pada tanda lampu jalan. Setelah beberapa kendaraan di depanku berjalan, tiba-tiba secara mendadak terlihat kopaja dari arah yang berlawanan berjalan kedepan membelah kendaraan dari arahku yang sedang melintas. Sontak orang-orang yang ada di depanku membunyikan kelakson keras-kesar, ada beberapa orang yang bahkan meneriakinya hingga memakinya.
Aku seketika rem menghentikan kendaraanku tanpa turun dari motor. Aku menunggu orang yang ada di depanku berjalan. Setelah kopaja yang melawan hukum lampu jalan melintas tanpa merasa punya salah, aku bersama pengendara lain yang berada di jalurku kembali berjalan, karena memang lampu jalan masih hijau.
Saat melanjutkan perjalanan, dalam ingatanku kembali membayangkan kejadian sekilas tadi, aku menikmati kejadian sekejap tadi. Dalam pikiranku aku bertanya kenapa ya supir tadi menerjang lampu jalan? apa karena dia tidak tahu hukum yang termakna dalam lampu merah? ah rasanya engga mungkin seorang sopir di Ibu Kota Indonesia. Tapi ya sudahlah memang begitu hukum kita. Orang yang tahu hukum pun juga melanggar, orang yang jelas salah melanggar hukum dibiarkan tanpa pengadilan, yaaa mungkin akan diadili masyarakat sebentar jadi bahan cemoohan, setelah itu juga jalan lenggang. Kayak kopaja tadi breemmmm jalan lagi...., lenggang lagi.... korupsi lagi.....
Senin, 08 Oktober 2018
Ketenaganku Sadarku
Jumat, 05 Oktober 2018
Nada Tangisan Aku
Tepat satu minggu lalu negeriku dirundung pilu. Nyanyian syahdu leyap diguncang tanah yang tak berimbang, keriang hilang ditelan gelombang laut nada tinggi. Ada yang lebih mengejutkan, lantunan irama hanyut terbawa tanah yang mengalir.
Bunga, daun, akar, batang, rindu, porak porak poranda diterjang amukan alam yang tak berimbang. Senja tak lagi indah seperti biasanya ditelan gelap. Suara nyaring serangga pada malm biasanya tak lebih kencang dari tangisanku.
Aku menangis, anak ku, adik ku, bapak ku, mamak ku, tetanggaku, guruku, sesepuhku, temanku semua orang hilang tertelan tanah, hancur dihantam air yang sudah tak lagi asin. Aku sudah kehilangan harta benda dan segala, semua benda yang ada dalam hidupku sudah lenyap ditelan alam. Aku merenanung, kemudian dalam hati yang paling dalam, aku tersadar bahwa yang ada di alam ini akan sangat mudah lenyap dalam sekejap. Aku terus terbayang itu.
Kini aku harus ikhlas atas semua yang telah hilang. Aku harus kembali, kembali bersandar pada pembuat segalanya dan penghancur segalanya. Aku menilai semua yang ada dalam hidup sebanyak apapun akan sangat mudah lenyap dan akan sia-sia. Aku tidak boleh mati semangat, tapi semangatku harus bersandar panda pembuat Alam.
Sabtu (6/10/2018).
Rabu, 26 September 2018
Terimakasih, kata Pembeda Antara Manusia dan Sapi !
Kata maaf menjadi sangat berharga ketika memasuki dinuia kerja, karena kadang ada atasan yang dalam otaknya kehilangan beberapa vocabulary. Misalnya kata terimakasih, oke, thanks.
Bagi seorang yang pekerja mendapat tugas merupakan hal yang menyenangkan karena telah diberi kepercayaan. Bahkan ketika pekerjaan itu sudah dapat dinikmati akan sangat menyenang. Namun, sangat menyebalkan ketika sedang menikmati pekerjaan tiba-tiba dimarah-marahi karena sesuatu kesalahan kecil, semua upaya menikati itu jadi pahit, semua kenikmatan hilang dan menjadi dongkol bahkan malas. Seolah apa yang telah dilakukan semua salah tidak benar dan tak layak.
Bagi seorang pekerja bawahan mendapat omelan ialah hal yang wajar bahkan dapat dimaknai sebagai pembelajaran, namun, jika karena hal kecil sampai membuat kehilangan semangat kerja itu sudah sangat berlebihan.
Omelan itu tidak fair ketika pekerja bawahan tidak sempurna dimarahi, namun ketika dapat melaksanakan tugas dengan baik tidak diapresiasi dengan ucapan terimakasih. Bawahan sudah tidak lahi dianggap sebagai rekan kerja atau setidaknya rantai kerja, namun sudah dianggap hanya sebagai bawahan yang tak patut dihargai.
Pekerja bawahan saat berhasil melakukan sesuatu dengan baik tak satu kata pun keluar mengucapkan terimakasih, top, oke, atau ucapan yang membuat pekerja merasa dihargai. Namun, ketika bekerja dengan baik tak diberikan apresiasi. Manusia seharusnya tak seperti sapi yang digunakan membajak sawah, akan dicambuk ketika berjalan lambat dan dibiarkan setelah selesai tanpa ucapan terimakasih.
Bukannya memang benar yang membedakan sapi dengan manusia adalah hati dan pikiran, kalau manusia kerja sapi pun bekerja, kalau sapi mendapatkan makan dari juragannya, pun manusia juga mendapatkan gaji atas usahanya, tapi tidak hanya nominal manusia punya sisi lain yang dibutuhkan yaitu untuk dihargai atas usaha yang telah dikerjakan. Patutnya ucapa terimakasih, oke, top atau lainnya dapat diberikan atas kerja keras, walaupun memang nominal diperlukan tapi setidaknya ucapan terimakasih itu lebih cukup untuk membedakan manusia dengan sapi.
Sesungguhnya haya sesederhana itu, ucapan terimakasih, namun itu sangat berharga.
Senin, 24 September 2018
Cair
Saat musim dingin rasanya membeku, wajar kalau yang mencari kehangatan dengan cara apapun. Ada yang membakar api unggun ada yang menggunakan selimut tebal, ada juga yabg bergerak terus menerus.
Beda kalau musim politik, kata cair itu sangat mudah dikatakan oleh setiap politikus, "politik itu cair banget" itu kata yang paling sering terdengar ditelingaku.
Cair tidak hanya dimaksudkan benda layaknya air, cair dapat dihubungkan dengan suasana yang bimbang. Cair dalam politik dapat diartikan juga sifat ketidak berimbangan alias plin-plan.
Sabtu, 22 September 2018
Libur
Libur
Ada yang menyebut waktu tidur
Ada yang bilang waktunya jalan-jalan
Banyak yang nyebut melepas lelah
Ada juga yang ngomong ngabisin waktu buat nonton
Ada yang menyebut waktunya istirahat
Ada yang bersemboyan holiday is happy day
Menurutku semua itu benar tapi bisa juga kurang tepat
Bagiku kerja maupun libur itu aktivitas, jadi libur itu beralihnya satu aktivitas ke aktivitas lain, apapun itu bentuknya.
Minggu, 04 Maret 2018
Bertutur Jujur
Selasa, 20 Februari 2018
Memahami Perintah Facebook
Perkembangan media sosial hari sudah tidak dapat dibendung lagi. Derasnya arus media sosial tentu tidak dapat dipungkiri banyaknya perubahan yang disebabkan media sosial. Disisi lain media sosial dianggap menjadi kontrol atas kebiajakan yang akan dibuat pemerintah. Pemerintah hari ini tidak dapat menganggap media sosial sebagai sesuatu yang remeh, karena memang media sosial mempunyai pengaruh besar. Media sosial tidak dapat dilihat sebagai hempas angina yang setiap detik berubah arah.
Selain pengaruh positive, media sosial, sisi lain media sosial juga berdampak negative. Media sosial juga menjadi ancaman bagi siapapun yang tidak bijak menggunakan media sosial. Banyak kasus di sekitar kita yang berujung negartive karena tidak dapat mengontorl media sosialnya. Mulai dari kasus penculikan, penipuan, sampai masalah yang berujung pada penjara karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE).
Pada 2017, e-marketer memperkirakan netter Indonesia yang dicantumkan oleh Kementerian Komuniasi dan Informatika mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang di peringkat ke-5 yang pertumbuhan jumlah pengguna internet. Dari beberapa jumlah pengguna beberapa media sosial, facebook adalah salah satu media yang banyak digunakan masyarakat. Namun, banyak yang menggunakan kolom facebook itu sebagai kolom mencurahkan segalanya bahkan sampai permasalahan keluarga. Seharusnya masyarakat mengetahui lebih dalam apa yang diharapkan oleh pihak facebook saat mengunggah status.
Dalam kolom status facebook sebearnya sudah tertulis kalimat what’s on your mind? (apa yang anda pikirkan?) Kata yang harus dalami pada kalimat itu adalah kata mind. Dalam kamus Oxford kata mind bearti pikiran atau opini, maka kata your mind diartikan pikiran anda tentang sesuatu. Sehingga dapat disimpulkan dalam membuat status seharusnya ada sesuatu yang sedang dipikirkan yang tentu bukan perasaan yg dirasakan. Jika dalam status mempunyai objek yang dipikirkan tentu akan ada balasan yang membahas subjek yang pikirkan. Jika berbicara namun tidak mempunyai subjek yang dibicarakan? Orang yang berbicara tanpa mempunyai subjek pembahasan oleh Iwan Fals disebut celoteh-celoteh. Dalam bahasa ingris celoteh mempunyai arti empety talk. Seharusnya pengguna facebook terlebih dahulu mengetahu kata mind dari kalimat yang tertera dalam kolom status. Jika pengguna facebook sudah mengunggah status yang mempunyai subjek diperkirakan kekerasan yang disebabkan media massa dan kejahatan yang terjadi karena hoax akan berkurang.
Minggu, 15 Oktober 2017
Pagi yang Terenggut
Sedih di Hari Kebahagiaan
Ditengah gelap malam saat semua mata terpenjam aku terbangun, malam ini jam dinding di camp tempat aku tinggal di Pare rasanya berdetak lebih kencang. Saat tubuh berasa sangat kedinginan dihembus angin malam yang menusuk tulang, mata sayup karena baru terbangun dari tidur seketika melihat jam di dinding tepat pukul 02.17. Seperti biasanya tanganku reflek melihat handphon yang hanya bisa dipakai untuk sms dan telpon itu. Lebih cepat 10 menit dari jam diding di camp, Hp ditanganku menyilaukan mata. Di bawah petunjuk jam yang ada di Hp terlihat tanda tanggal dan bulan jelas terihat menunjjukan 09-11-2017. Aku sangat akrab dengan empat angka terdepan pada angka itu, ya aku sangat ingat dengan angka itu bagaimana tidak ingat, hapir seluruh kode yang aku punya selalu ada angka itu.
Aku sangat sedih melihat angka itu, empat angka yang menjadi tanda hari lahir kekasihku. Bukan tanpa alasan apapun, disaat hari yang begitu membahagiakan itu, aku tidak bisa memberimu selamat secara langsung karena kita terpisah denganjarak yang cukup jauh sekitar 14 jam jika ditempuh dengan kereta. Itulah sebabnya aku dilanda kesedihan. Tidak hanya itu, disaat hari yang begitu membahagiakanmu kamu sedang jatuh sakit karena terjatuh, ditambah batuk dan pilek yang membuatku tidak tega untuk mendengarkan suara lelahmu karena banyaknya rasa sakit yang menumpuk pada ragamu Kembali hati bersedih ketika melihat empat angka terdepan pada penanda tanggal itu, hanya detak jam yang berasa lebih kencang menemaniku kesedihan malam ini.
Tidak lama setelah pikiranku melayang mencari cara untuk membuat suprise ditegah keterbatasan jarak aku mengambil catatan harianku. Aku ingat sore tadi pergi kesawah dekat camp, sambil menghafal aku membuat secarik puisi, tapi coreten puisi itu aku abaikan aku membuka lembar selanjutnya dan mulai menulis perasaan sedihku karena tidak mengucapkan hari lahirmu secara langsung. Bahkan aku sangat sedih ketika mengingat kamu sedang terbaring lemas di kasur karena punggung kamu yang sedang sakit.kamu sudah cerita bagaimana sakitnya punggung kamu sampai tidak bisa untuk bergerak.
Cinta, begitulah aku memanggilnya, memang itu terlihat sangat melancolis tapi, memang itu yang selalu aku ungkapkan untuk memanggil perempuan berwajah cantik dan berkuit puti itu. Hari ini hari ulang tahunmu, tapi hari ulang tahunmu kali ini membuatku sangat sedih aku tidak bisa berbuat apa apa. Aku hanya bisa mendoakanmu lewat lantunan ayat-ayat yang entah apa artinya, tapi aku juga selalu mengakhiri doa itu dengan bahasa yang aku mengerti. Aku sungguh sangat bahagia dipertemukan salah satu peremuan di bumi ini yang entah bagaimana aku mengungkapkan rasa syukur dan mengekspresikan kebahagiaanku.
Sudah sangat banyak waktu yang aku habiskan bersamamu, tapi itu sangat singkat bagiku dan aku sangat berharap bisa menjalani waktu demi waktuku kedepan bersamamu. Saling mengisi, saling melengkapi dan selalu melakukan perubahan pada kebaikan. Ingatanku melayang lima tahun lalu, aku mulai kenal dengamu dan hari ini kamu menjadi orang terdekatku. Kamu selalu setia mendengar apapun yang aku ceritakan, sedih, bahagia, marah, dan semua perasaan hampir sudah aku ceritakan kepadamu. Apapun yang aku rasakan tidak pernah luput untuk kuceritakan kepadamu. Aku ingin kamu selalu menjadi orang terdekatku.
Kini umrmu yang terus bertambah. Kamu sudah banyak bercerita tentang masa lalumu masa kecilmu, masa-masa kamu mempunyai dua adik sekaligus disaat kamu masih sangat kecil. Aku selalu ingat cerita itu, dan mungkin tidak akan aku lupa kecuali amnesia. Anak pertama dari enam bersaudara telah membuatmu lebih dewasa dan lebih mengerti bagaiman kamu bersikap. Sama seperti suara detak jam dinding yang bergerak terus kedepan tanpa mengenal siapa dan apa, ia terus bergerak tanpa bisa dihentikan, waktu yang berlalu telah menjadi kenangan dan detik yang akan dating telah menyambutmu, waktu tidak bisa dihentikan waktu juga tidak bisa dimintai diskon bahkan presiden-pun. Terluslah berbuat baik untuk menyikapi kejamnya waktu.
Tidak seperti satu tahun lalu, aku bisa bahagia memberimu secuil kue yang yang membuatku sangat bahagia bisa memberimu kebahagiaan. Tapi kali ini aku sangat sedih tidak bisa bahagia bersamamu disaat hari kebahagiaanmu. Aku hanya bisa berbicara dalam hati dan aku curahkan dalam retenan kata yang berserakan ini untuk mengucapkan selamat ulang tahun Cinta.
Senin, 13 Oktober 2014
Taxi Tabrak Warteg
Jumat, 07 Februari 2014
Harapan dihari spesial HMI
Ciputat-Pada tanggal 05/02/ 2014 umur Himpunan Mahasisiwa Islam (HMI) sudah menginjak ke-67 sejak mulai berdiri pada tahun 1947. Untuk memperingati awal berdirinya HMI, pengurus HMI Cabang Ciputat mengadakan tasyakuran dan membaca yasin yang diikuti oleh seluruh Komisariat se-Cabang Ciputat dengan harapan HMI lebih baik.
“Sebenarnya kosepan MILAD ini sudah matang, tapi karena kita kemarin mengadakan posko banjir di Jakarta, sehingga fokus terpecah dan kita mempersiapkan ini hanya dalam waktu satu hari,” tambahnya sambil tersenyum.
Asep juga berharap kepada seluruh kader-kader khususnya jajaran pengurus kedepan agar total terhadap kinerjanya untuk HMI yang lebih baik. “Masa depan HMI ada pada kita”. Hal senada juga disampaikan Ketua Umum (Ketum) HMI Komisariat se-Cabang Ciputat yang hadir dan memberi harapan kepada seluruh kader-kader saat peniupan lilin. Ketum Komisariat Tarbiah (KOMTAR) mengungkapkan melihat umur HMI sekarang sudah menginjak usia yang ke-67 kita sebagai kader harus menjadikan sejarah sebagai cermin untuk HMI yang lebih maju “Berkaca pada sejarah untuk lebih maju”.
Tidak berbeda dengan harapan Ketum HMI komisariat Ekonomi dan Bisnis (Kafeis), dia mengugkapkan kader-kader HMI kedepan harus lebih modern, modern disini Kader harus lebih mengerti akan cita-cita HMI. “Kader yang modern adalah kader yang mengerti dan mengamalkan cita-cita HMI”.
Begitu juga Ketum Komisariat Pamulang (KOMIPAM) berharap, dengan semakin jayanya HMI semakin erat pula silaturahmi yang terjalin sesama kader “kita harus lebih menggalakan silaturahmi untuk persatuan”. Tidak mau kalah dengan yang lain Ketum HMI Fakulats Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (KOMFISIP) ikut berharap kader-kader HMI agar lebih memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. “HMI lebih bisa memberi kontribusi nyata”. Dan harapan terakhir disampaikan oleh Ketum HMI Syariah (KOMFAKSY) dia berharap kepada seluruh kader-kader memahami dan mengerti HMI secara menyeluruh serta kepada seluruh elemen yang ada di HMI harus saling besinergi. “seluruh elemen yang ada dalam HMI harus saling bersinergi”.




